Selasa, 16 Mei 2017


Nama   : Shafira Anggita Putri
Kelas   : 2D
NIM    :1601015040





BIMBINGAN KARIR UNTUK SISWA


A.    Pengertian Bimbingan Karir
Bimbingan karir merupakan suatu proses bantuan, layanan, dan pendekatan terhadap individu, (siswa/remaja), agar individu yang bersangkutan dapat mengenal dirinya, memahami dirinya dan mengenal dunia kerja , merencanakan masa depannya, dengan bentuk kehidupan yang diharapkannya , untuk menentukan pilihannya, dan mengambil suatu keputusan bahwa keputusannya tersebut adalah yang paling tepat, sesuai dengan keadaan dirinya dihubungkan dengan persyaratan-persyaratan dan tuntutan pekerjaan/karir yang dipilihnya.

B.     Tujuan Bimbingan Karir
Adapun guru/pembimbing , hanya memberikan bantuan, pengarahan, dan bimbingan. Sekalipun demikian tujuan nya hanya satu yaitu agar para siswa:
1.      Dapat menilai dan memahami dirinya terutama mengenai potensi-potensi dasar , minat , sikap , dan kecakapan.
2.      Mempelajari dan mengetahui tingkat kepuasan yang mungkin dapat dicapai dari suatu pekerjaan.
3.      Mempelajari dan mengetahui berbagai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan potensi minatnya.
4.      Memiliki sikap yang positif dan sehat terhadap dunia kerja. Artinya , siswa dapat memberikan penghargaan yang wajar terhadap setiap jenis pekerjaan.
5.      Memperoleh pengarahan mengenai semua jenis pekerjaan yang ada di lingkungannya.



C.     Metode Penyampaian Bimbingan Karir
Metode penyampaian yang baru di kenal, yaitu dengan sistem modul, inquery-discovery, expository, mastery learning, dan humanistic education. Namun sebenarnya hal ini merupakan sistem belajar mengajar , yang tidak dapat /tidak terlepas dari metode-metode penyampaian di atas. 
Khusus dalam penyajian bimbingan karir terhadap siswa , dalam teknik layanan bimbingan di kenal dengan istilah bimbingan kelompok, yang mengandung arti sebagai proses bantuan yang di berikan kepada individu/siswa dengan – melalui situasi kelompok. Penyajian ini dipilih atas dasar, bahwa:
1.    Masalah karir , merupakan masalah umum bagi para siswa. Dengan penyelenggaraan bimbingan kelompok ini memberikan self-understanding , serta pengembangan rencana di masa datang.

D.    Program Bimbingan Karir
Setiap kegiatan perlu di dahului dengan pembuatan suatu program , hal ini agar apa yang menjadi ujuan semula, dapat tercapai, atau sekurang-kurangnya dapat membatasi penyimpangan yang terlalu jauh. Sebab dengan pembuatan suatu program yang telah dikembangkan dengan kondisi tempat , sekolah, kemampuan yang ada, fasilitas, kesempatan, sasaran didik,personalia, dan sebagainya. 
Program bimbingan karir meliputi asas pelaksanaan dan jadwal kegiatan.
1. Asas Pelaksanaan
a.              Pelaksanaan bimbingan karir di sekolah harus didasarkan pada hasil penelusuran yang cermat terhadap kemampuan dan minat siswa serta pola dan jenis karir dalam masyarakat
b.  Pemilihan dan penentuan jenis bidang karir didasarkan kepada keputusan siswa sendiri melalui penelusuran kemampuan dan minat serta pengenalan karir dalam masyarakat , baik karir yang telah berkembang maupun yang mungkin dapat di kembangkan dalam masyarakat.



2. Jadwal Kegiatan
             Kegiatan-kegiatan yang akan di laksanakan dalam bimbingan karir sebaiknya tertuangkan di dalam jadwal kegiata. Di dalamnya mencakup langkah-langkah: persiapan, meliputi pemberian informasi kepada (siswa,guru bidang studi,wali kelas, orangtua siswa, instansi yang di perlukan atau masyarakat).
   a. Menentukan waktu pelaksanaan
   b. Mengatur jadwal kegiatan siswa
 c. Menentukan sumber-sumber informasi (orang sumber atau instansi-instansi yang akan di kunjungi)


PERLUNYA BIMBINGAN KARIR

Simulasi jenjang yang lebih komprehensif, kemauan yang keras , kesempatan yangdi berikan dan kesesuaian pribadi / kemampuan akan memberikan rasa kepastian dan bahkan memberikan motivasi yang lebih positif. Karir seseorang dapat di rencanakan sampai tingkat tertentu , baik oleh pribadinya sendiri, maupun atasan perusahaannya.
Bimbingan karir dapat memberikan dorongan –dorongan yang positif, merupakan usaha yang sangat berarti dalam membentuk tenaga kerja masa depan (Danang D. Joedonagoro, 1983:2)



PERKEMBANGAN KEHIDUPAN PENDIDIKAN DAN KARIR

Anak masuk SMP pada usia 13-14 tahun atau pada usia awal remaja (pre-adolescence). Mereka mulai mengenal sistem baru dalam sekolah, antara lain perkenalan dengan banyak gur yang memiliki berbagai macam sifat dan kepribadian. Hal ini menunjukakan perlunya kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap situasi yang beragam. Begitu pula anak mulai mengenal berbagai mata pelajaran yang harus dipelajari dengan berbagai karakteristiknya. Di SMP belum ada masalah pemilihan jurusan , tetapi untuk tingkat SMA/SMK/SEDERAJAT, saat anak berusia sekitar 15-18 tahun , pilihan jurusan itu telah pula diperkenalkan.

Salah satu perbedaan antara orang dewasa dan anak-anak adalah bahwa pada orang dewasa kegiatan yang dilakukan lebih berorientasi kepada kerja-kerja produktif , sedangkan anak-anak masih di waranai unsure bermain. Remaja berada diantaranya , artinya kegiatan yang dilakukan belum sepenuhnya untuk maksud-maksud produktif, ia (mereka) kadang-kadang berpikir tentang kerja, yang umumnya sebagai kerja sambilan (part-time worker) dan kadang-kadang perhatiannya sama sekali tidak pada pekerjaan. Remaja yang usianya berkisar 13 s.d. 19 tahun di dunia karir relative masih muda dan berada di posisi awal. Untuk itu, maka perlu dibedakan karier remaja awal, yang karena kondisinya pada usia 13-16 tahun harus masuk ke dunia kerja. Mereka masih banyak menghadapi masalah, baik masalah fisik maupun psikologis. Secara fisik remaja belum siap untuk kerja , tetapi bagi anak tertentu bekerja di usia muda itu m erupakan “keterpaksaan”. Secara psikologis mereka belum siap mental, belum dapat secara penuh bertanggung jawab , masih sangat emosional dan belum mandiri. Di dunia kerja, remaja tersebut menghadapi kondisi dilematis, antara bermain atau bekerja.




PEMBERIAN INFORMASI KEPADA SISWA

Pemberian informasi kepada siswa di sekolah sifatnya sangat strategis, baik di pandang dari segi tahap-tahap perkembangan mereka maupun keadaan masyarakatyang selalu berubah dan menuntut adanya tenaga kerja yang mendukung kesejahteraan warga dan masyarakat itu sendiri.

Selepas SMA/SMK para remaja pada umumnya memasuki dunia kerja atau melanjutkan pelajaran ke perguruan tinggo. Karena dunia kerja itu selalu berubah, mereka memerlukan informasi tentang pekerjaan-pekerjaan baru dengan berbagai kondisi dan syarat-syaratnya. Informasi baru tersebut berguna bagi penyesuaian pilihan pekerjaan dan sekaligus pilihan program-program pendidikan dan latihan yang relevan.

Di samping penempatan dalam pendidikan, sekolah juga membantu para siswanya yang akan memasuki dunia kerja. Walaupun di sekeliling siswa tersedia berbagai lapangan kerja, tetapi tidak semua lapangan kerja itu dapat dengan mudah atau cocok untuk dimasuki. Kondisi , sifat dan cirri pekerjaan tercantum pada informasi pekerjaan sebagaimana telah diutarakan. Selanjutnya, untuk keperluan praktis informasi tersebut di tuangkan ke dalam criteria penerimaan tenaga kerja.kriteria itu pada umumnya tidak dimiliki oleh setiap orang, karena individu itu berbeda antara satu dengan yang lain , baik bakat, minat, kemampuan dan sifat-sifat kepribadian lainnya.