Nama : Shafira Anggita Putri
Kelas : 2D
NIM :1601015040
BIMBINGAN
KARIR UNTUK SISWA
A.
Pengertian Bimbingan Karir
Bimbingan karir merupakan suatu proses
bantuan, layanan, dan pendekatan terhadap individu, (siswa/remaja), agar
individu yang bersangkutan dapat mengenal dirinya, memahami dirinya dan
mengenal dunia kerja , merencanakan masa depannya, dengan bentuk kehidupan yang
diharapkannya , untuk menentukan pilihannya, dan mengambil suatu keputusan
bahwa keputusannya tersebut adalah yang paling tepat, sesuai dengan keadaan
dirinya dihubungkan dengan persyaratan-persyaratan dan tuntutan pekerjaan/karir
yang dipilihnya.
B.
Tujuan Bimbingan Karir
Adapun guru/pembimbing , hanya
memberikan bantuan, pengarahan, dan bimbingan. Sekalipun demikian tujuan nya
hanya satu yaitu agar para siswa:
1.
Dapat menilai dan memahami dirinya
terutama mengenai potensi-potensi dasar , minat , sikap , dan kecakapan.
2.
Mempelajari dan mengetahui tingkat
kepuasan yang mungkin dapat dicapai dari suatu pekerjaan.
3.
Mempelajari dan mengetahui berbagai
jenis pekerjaan yang berhubungan dengan potensi minatnya.
4.
Memiliki sikap yang positif dan sehat
terhadap dunia kerja. Artinya , siswa dapat memberikan penghargaan yang wajar
terhadap setiap jenis pekerjaan.
5.
Memperoleh pengarahan mengenai semua
jenis pekerjaan yang ada di lingkungannya.
C.
Metode Penyampaian Bimbingan Karir
Metode penyampaian yang baru di kenal, yaitu dengan
sistem modul, inquery-discovery,
expository, mastery learning, dan humanistic education. Namun sebenarnya
hal ini merupakan sistem belajar mengajar , yang tidak dapat /tidak terlepas
dari metode-metode penyampaian di atas.
Khusus dalam penyajian bimbingan karir terhadap
siswa , dalam teknik layanan bimbingan di kenal dengan istilah bimbingan
kelompok, yang mengandung arti sebagai proses bantuan yang di berikan kepada
individu/siswa dengan – melalui situasi kelompok. Penyajian ini dipilih atas
dasar, bahwa:
1.
Masalah karir , merupakan masalah umum
bagi para siswa. Dengan penyelenggaraan bimbingan kelompok ini memberikan
self-understanding , serta pengembangan rencana di masa datang.
D.
Program Bimbingan Karir
Setiap kegiatan perlu di dahului dengan pembuatan
suatu program , hal ini agar apa yang menjadi ujuan semula, dapat tercapai,
atau sekurang-kurangnya dapat membatasi penyimpangan yang terlalu jauh. Sebab
dengan pembuatan suatu program yang telah dikembangkan dengan kondisi tempat ,
sekolah, kemampuan yang ada, fasilitas, kesempatan, sasaran didik,personalia,
dan sebagainya.
Program
bimbingan karir meliputi asas pelaksanaan dan jadwal kegiatan.
1.
Asas Pelaksanaan
a. Pelaksanaan bimbingan karir di
sekolah harus didasarkan pada hasil penelusuran yang cermat terhadap kemampuan
dan minat siswa serta pola dan jenis karir dalam masyarakat
b. Pemilihan dan penentuan jenis bidang karir
didasarkan kepada keputusan siswa sendiri melalui penelusuran kemampuan dan
minat serta pengenalan karir dalam masyarakat , baik karir yang telah
berkembang maupun yang mungkin dapat di kembangkan dalam masyarakat.
2. Jadwal Kegiatan
Kegiatan-kegiatan yang akan di laksanakan dalam
bimbingan karir sebaiknya tertuangkan di dalam jadwal kegiata. Di dalamnya
mencakup langkah-langkah: persiapan, meliputi pemberian informasi kepada
(siswa,guru bidang studi,wali kelas, orangtua siswa, instansi yang di perlukan
atau masyarakat).
a. Menentukan waktu
pelaksanaan
b. Mengatur jadwal kegiatan siswa
c. Menentukan
sumber-sumber informasi (orang sumber atau instansi-instansi yang akan di
kunjungi)
PERLUNYA BIMBINGAN
KARIR
Simulasi
jenjang yang lebih komprehensif, kemauan yang keras , kesempatan yangdi berikan
dan kesesuaian pribadi / kemampuan akan memberikan rasa kepastian dan bahkan
memberikan motivasi yang lebih positif. Karir seseorang dapat di rencanakan sampai
tingkat tertentu , baik oleh pribadinya sendiri, maupun atasan perusahaannya.
Bimbingan
karir dapat memberikan dorongan –dorongan yang positif, merupakan usaha yang
sangat berarti dalam membentuk tenaga kerja masa depan (Danang D. Joedonagoro,
1983:2)
PERKEMBANGAN
KEHIDUPAN PENDIDIKAN DAN KARIR
Anak
masuk SMP pada usia 13-14 tahun atau pada usia awal remaja (pre-adolescence). Mereka mulai mengenal
sistem baru dalam sekolah, antara lain perkenalan dengan banyak gur yang
memiliki berbagai macam sifat dan kepribadian. Hal ini menunjukakan perlunya
kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap situasi yang beragam. Begitu pula anak
mulai mengenal berbagai mata pelajaran yang harus dipelajari dengan berbagai
karakteristiknya. Di SMP belum ada masalah pemilihan jurusan , tetapi untuk
tingkat SMA/SMK/SEDERAJAT, saat anak berusia sekitar 15-18 tahun , pilihan
jurusan itu telah pula diperkenalkan.
Salah
satu perbedaan antara orang dewasa dan anak-anak adalah bahwa pada orang dewasa
kegiatan yang dilakukan lebih berorientasi kepada kerja-kerja produktif ,
sedangkan anak-anak masih di waranai unsure bermain. Remaja berada diantaranya
, artinya kegiatan yang dilakukan belum sepenuhnya untuk maksud-maksud
produktif, ia (mereka) kadang-kadang berpikir tentang kerja, yang umumnya
sebagai kerja sambilan (part-time worker)
dan kadang-kadang perhatiannya sama sekali tidak pada pekerjaan. Remaja yang
usianya berkisar 13 s.d. 19 tahun di dunia karir relative masih muda dan berada
di posisi awal. Untuk itu, maka perlu dibedakan karier remaja awal, yang karena
kondisinya pada usia 13-16 tahun harus masuk ke dunia kerja. Mereka masih
banyak menghadapi masalah, baik masalah fisik maupun psikologis. Secara fisik
remaja belum siap untuk kerja , tetapi bagi anak tertentu bekerja di usia muda
itu m erupakan “keterpaksaan”. Secara psikologis mereka belum siap mental,
belum dapat secara penuh bertanggung jawab , masih sangat emosional dan belum
mandiri. Di dunia kerja, remaja tersebut menghadapi kondisi dilematis, antara
bermain atau bekerja.
PEMBERIAN INFORMASI KEPADA SISWA
Pemberian
informasi kepada siswa di sekolah sifatnya sangat strategis, baik di pandang
dari segi tahap-tahap perkembangan mereka maupun keadaan masyarakatyang selalu
berubah dan menuntut adanya tenaga kerja yang mendukung kesejahteraan warga dan
masyarakat itu sendiri.
Selepas
SMA/SMK para remaja pada umumnya memasuki dunia kerja atau melanjutkan
pelajaran ke perguruan tinggo. Karena dunia kerja itu selalu berubah, mereka
memerlukan informasi tentang pekerjaan-pekerjaan baru dengan berbagai kondisi
dan syarat-syaratnya. Informasi baru tersebut berguna bagi penyesuaian pilihan
pekerjaan dan sekaligus pilihan program-program pendidikan dan latihan yang
relevan.
Di
samping penempatan dalam pendidikan, sekolah juga membantu para siswanya yang
akan memasuki dunia kerja. Walaupun di sekeliling siswa tersedia berbagai
lapangan kerja, tetapi tidak semua lapangan kerja itu dapat dengan mudah atau
cocok untuk dimasuki. Kondisi , sifat dan cirri pekerjaan tercantum pada
informasi pekerjaan sebagaimana telah diutarakan. Selanjutnya, untuk keperluan
praktis informasi tersebut di tuangkan ke dalam criteria penerimaan tenaga
kerja.kriteria itu pada umumnya tidak dimiliki oleh setiap orang, karena
individu itu berbeda antara satu dengan yang lain , baik bakat, minat,
kemampuan dan sifat-sifat kepribadian lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar